Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Kamis, 10 Maret 2011

PENGANTAR ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Latar belakang diberikannya mata kuliah ISBD, selain melihat konteks budaya Indonesia, juga sesuai dengan program pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, disebabkan karena banyaknya kritik yang ditujukan kepada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendikiawaan, terutama sarjana pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Ilmu sosial dasar, sebagaimana halnya dengan Ilmu budaya dasar dan Ilmu alamiah dasar, bukanlah pengantar suatu bidang keahlian (disiplin) ilmu-ilmu sosial tertentu. Tidak seperti pengantar ilmu politik, pengantar pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang keahlian itu untuk menanggapi masalah-masalah soaial, khususnya masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.



B. Tujuan
1. Mengetahui hakikat dan ruang lingkup dari ISBD.
2. Mengetahui beberapa peran ISBD sebagai Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dan pendidikan Umum.
3. Mengetahui bahwa ISBD sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya.







PEMBAHASAN

A. HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD

1. Hakikat ISD dan IBD
Secara garis besar ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu
a. Ilmu alamiah (natural sciance) adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, yang berhubungan dengan lingkungan alam seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, botani, dll.
b. Ilmu sosial (social science) adalah ilmu yang mempelajari sosial manusia dilingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, geografi, dll.
c. Ilmu budaya (the humanities) adalah ilmu yang mempelajari adat istiadat atau kebiasaan hidup manusia di suatu wilayah seperti bahasa, agama, kesusastraan, kesenian, dll.
Ilmu sosial dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu sosial. Namun, ISD tidak bersifat sebagai pengantar ke arah suatu bidang disiplin ilmu sosial sebagaimana pengantar ilmu politik, pengantar antropologi, pengantar sosiologi, san sebagainya. ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.
ISD mempunyai tema pokok, yaitu hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya. Adapun sasaran atau objek kajian ISD adalah sebagai berikut.
a. Berbagai kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial yang dapat di tanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang ( interdisiplin).
b. Keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memilki kepentingan dan kebutuhan sendiri, tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan kerja sama dan pertentangan.
Intinya, matakuliah ISD itu adalah usaha yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
Tujuan ISD adalah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang luas, dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia-manusia yang bersangkutan.
Ilmu budaya dasar (IBD) dalam kelompok ilmu dan pengetahuan termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya (the humanities), tetapi tidak isentik dengan pengetahuan budaya itu sendiri. IBD (basic humanities) berbeda dengan pengetahuan budaya (the humanities). Pengetahuan budaya menkaji masalah nilai manusia sebagai makhluk berbudaya, sedangkan IBD mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. IBD adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang menggunakan pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan atau keahlian.
Adapun yang menjadi pokok kajian IBD adalah berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu. Termasuk pula di dalamnya pemahaman akan sistem nilai budaya, yaitu konsep tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian masyarakat. Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman bagi sikap mental, pola pikir, dan pola perilaku warga masyarakat.
IBD merupakan suatu upaya memberikan pengetahuan dasar dan umum mengenai konsep-konsep budaya untuk mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. Pendekatan pokok kajian IBD dilakukan dengan menggunakan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep budaya dari berbagai keahlian pengetahuan budaya maupun dengan menggunakan masing-masing keahlian dalam pengetahuan budaya.
Tujuan IBD adalah untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Namun dalam rangka efektifitas dan keterpaduan maka sesuai SK Dirjen Dikti No.44/2006 pengorganisasian materi maupun teknik penyajiannya digabungkan menjadi ISBD. Dengan demikian, ilmu sosial budaya dasar (ISBD) dapat dikatakan sebagai paduan atau integrasi dari kajian ISD dan IBD. Sebagai integrasi dari ISD dan IBD, ISBD memiliki kompetisi dasar menjadi ilmuwan yang profesional, yakni yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, serta memiliki kepekaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif (SK Dirjen Dikti No.44 tahun 2006).
2. Ruang Lingkup ISD, IBD, dan ISBD
ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan kepada mahasisiwa yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan menanggulangi masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat (masalah sosial). Dengan mengetahui dan mengorientasikan diri kedalamnya, paling tidak ia harus mampu mengetahui ke arah mana pemecahan jalan keluar suatu permasalahan yang dihadapi.
Ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar, yaitu
a. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
b. Masalah pemuda dan sosialisasi.
c. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan.
d. Masalah ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan.
e. Masalah penduduk.
f. Pelapisan sosial.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa IBD bukanlah pengetahuan mengenai budaya. Jadi, materi yang disajikan bukanlah tema atau topik tentang kebudayaan. Yang dijadikan pokok kajian IBD adalah aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya, hakikat budaya yang satu, serta sistem nilai budaya. Ruang lingkup dalam matakuliah IBD adalah sebagai berikut.
a. Manusia dan cinta kasih.
b. Manusia dan Keindahan.
c. Manusia dan Tanggung jawab.
d. Manusia dan keadilan.
e. Manusia dan Kegelisahan.
f. Manusia dan Harapan.
g. Manusia dan Pandangan hidup.
Pemberian subtansi kajian atau ruang lingkup kajian ISBD yang ada kepada mahasiswa diharapkan dapat mencapai kompetensi dasar mata kuliah yang dimaksud. Adapun substansi kajian ISBD berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikti No.30/Dikti/Kep/2003 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi Indonesia, mencakup pokok-pokok kajian sebagai berikut :
a. Pengantar ISBD.
b. Manusia sebagai makhluk budaya.
c. Manusia dan peradaban.
d. Manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
e. Manusia, keragaman, dan kesederajatan.
f. Moralitas dan hukum.
g. Manusia, sains, dan teknologi.
h. Manusia dan lingkungan.

Sedangkan menurut ketentuan baru, yaitu Surat Keputusan Dirjen Dikti No.44/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi, substansi kajian ISBD meliputi hal-hal berikut.
a. Pengantar ISBD.
b. Manusia sebagai makhluk budaya.
c. Manusia dan peradaban.
d. Manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
e. Manusia, keragaman, dan kesetaraan.
f. Manusia, nilai, moral, dan hukum.
g. Manusia, sains, teknologi, dan seni.
h. Manusia dan lingkungan.

Melihat dari isi kajian di atas, dapat dikemukakan bahwa kajian ISBD mencakup masalah sosial dan masalah budaya serta keberadaan manusia sebagai subjek bagi masalah-masalah tersebut, diharapkan manusia dapat meningkatkan wawasannya, kepekaannya, serta berempati terhadap masalah maupun pemecahan masalahnya.

B. ISBD SEBAGAI MATAKULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) dan PENDIDIKAN UMUM

1. ISBD merupakan Kelompok MBB di Perguruan Tinggi
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dicakup dalam suatu progam studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri atas :
a. Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
b. Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan tyerutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
c. Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
d. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
e. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlikan seseorang untuk dapat memehami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri No. 232/U/2000 tersebut ISD dan IBD termasuk dalam kelompok MPK kurikulum institusional. Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, yang terdiri atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memerhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. Sedangkan, kelompok MPK kurikulum institusional yang lain, misalnya bahasa Indonesia, bahasa Inggris, ilmu alamiah dasar, filsafat ilmu, dan olahraga (Pasal 10 ayat (2)).
Selamjutnya terjadi perubahan, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No.30/Dikti/Kep/2003 dan Surat Keputusan Dirjen Dikti No.44/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi maka ISBD termasuk dalam kelompok MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Selengkapnya, matakuliah yang termasuk dalam MBB antara lain :
a. Ilmu sosial dan budaya dasr (ISBD).
b. Ilmu alamiah dasar (IAD).

a. Visi Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Yang menjadi VISI dari MBB adalah menjadi sumber nilai, moral, estetika, etika dan panduan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman dan penguasaan tentang keanekaragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Serta memantapkan kepribadian, kepekaan sosial,kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
b. Misi Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Misi kelompok MBB di perguruan tinggi membantu menumbuhkembangkan : daya kritis, daya kreatif, apresiasi dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial dan budaya demi memantapkan kepribadiannya sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu, mahluk sosial yang beradab, bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya yang memiliki sifat sebagai berikut.
1. Bersikap demokratis, berkeadaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat, serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2. Memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
3. Ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara arif.

c. Kompetensi Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Standar kompetensi kelompok MBB yang harus dikuasai mahasiswa meliputi berpikir kritis, kreatif, sisitemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis,estetis, memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemampuan, memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan senii sehingga dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial, budaya, dan lingkungan hidup secara arif.
Kompetensi dasar untuk bidang ISBD adalah menjadi ilmuwan dan profesional yang berpikir kritis, kreatif,sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, memiliki kepekaan dan empati terhadap solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
Kompetensidasar untuk IAD adalah menjadi ilmuwan dan profesional yang berfikir kritis, kreatif, sistemik, dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis, memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan maslah lingkungan hidup secara arif.
2. ISBD sebagai Program Pendidikan Umum (General Education)
Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi personal, akademis, dan kemampuan profesional.
Kemampuan profesional adalah kemampuan kepribadian. Dengan kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan (Pancasila), serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
Kemampuan akademis adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sistematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan maslah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternatif pemecahan.
Kemampuan profesional adala kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketererampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Kemampuan profesional ditanamkan kepada para mahasiswa sebagai calon tenaga ahli melalui program pendidikan umum (general education). Pendidikan umum merupakan studi (bidang kajian) yang membekali peserta didik berupa kemampuan dasar tentang pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai dasar kemanusiaan sebagai makhluk Tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga, masyarakat, warga negara, dan sebagai bagian dari alam.
ISBD mengambil peran sebagai program pendidikan umum yang bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan personal. Kemampuan personal berkaitan dengan kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisahkan dari masyarakat serta kemampuan untuk memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan. Tanggung jawab itu diwujudkan dengan keikutsertaan dalam memecahkan masalah sosial budaya di masyarakatnya sesuai dengan ilmu yang dimiliki.
Progam pendidikan umum berusaha untuk memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing, membantu mahasiswa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedang berlangsung, menghadapkannya dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan oleh kenyataan-kenyataan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang secara sadar ataupun tidak sadar senantiasa dihadapinya, memberikan pengertian kepada mereka mengenai hubungan dan keterkaitan dari ilmu pengetahuan. Singkatnya, progam pendidikan umum diharapakan dapat menjadikan mahasisiwa lebih peka dan lebih terbuka, disertai rasa tanggung jawab yang lebih kuat.

C. ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budayakepada mahasiswa, sehingga mampu mengkajimasalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap,kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
Seperangkat konsep dasar ilmu sosial dan budaya tersebut secara interdisiplin digunakan sebagai alat bagi pendekatan dan pemecahan masalah yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian, ISBD memberikan alternatif sudut pandang atas pemecahan masalah sosial budaya di masyarakat. Berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD, mahasiswa dapat mengorientasikan diri untuk selanjutnya mampu mengetahui ke arah mana pemecahan masalah harus dilakukan.
Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat terintergrasi. ISBD digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya.
Pendekatan dalam ISBD akan memperluas pandangan bahwa masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang. Dengan wawasan ini pula maka mahasiswa tidak jauh dalam sifat pengotakan ilmu secara ketat. Sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan. Dewasa ini, sebuah masalah berkembang semakin kompleks. Kajian atas suatu masalah membutuhkan berbagai sudut pandang keilmuan, demikian pula dengan solusi pemecahannya.
Demikian pula halnya dengan pendekatan dalam ilmu-ilmu alam atau yang bersifat eksakta. Pendekatan dalam ilmu-ilmu alam dalam mengkaji gejala alamiahjuga bersifat subject oriented. Mahasiswa yang menekuni ilmu-ilmu eksakta akan mengkaji gejala alam melalui sudut pandang ilmu mereka. Dengan diberikan kajian ISBD diharapkan dapat memberi wawasan akan pentingnya pendekatan sosial dan budaya dala menangani masalah alam.
Berdasarkan hal tersebut, beberapa perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi mahassiwa dari program ilmu alam atau eksakta. Hal ini dimaksudkan agar pendekatan sosial dan budaya senantiasa dipertimbangkan dan melandasi setiap upaya mencari solusi atas pemecahan dari masalah alam yang mereka hadapi. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana.




PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ilmu sosial dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu sosial. Namun, ISD tidak bersifat sebagai pengantar ke arah suatu bidang disiplin ilmu sosial sebagaimana pengantar ilmu politik, pengantar antropologi, pengantar sosiologi dan sebagainya. ISD menggunakan pengertian yang berasal dari berbagi disiplin ilmu untuk menanggapi berbagai maslah-masalah sosial, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Sedangkan, Ilmu Budaya dasar (IBD) dalam kelompok ilmu dan pengetahuan termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya (the humanities), tetapi tidak identik dengan pengetahuan budaya itu sendiri. IBD (basic humanities) berbeda dengan pengetahuan budaya (the humanities). Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai manusia sebagai makhuk berbudaya, sedangkan IBD mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. IBD adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan atau keahlian.

0 komentar:

Poskan Komentar